Memuat...
Memuat...
Temukan materi teknologi dan infografis praktis berdasarkan nama teknologi, komoditas, atau kelompok komoditas.
Gunakan kata kunci dan filter komoditas untuk mempersempit daftar teknologi.
Semua teknologi yang tersedia untuk publik.
Budidaya Tanaman Kentang 1. Penyiapan Lahan Penyiapan lahan dilakukan dengan membuat garitan. Garitan dibuat dengan ukuran lebar 80 cm dan tinggi 5 cm. Lahan diolah kurang lebih selama satu minggu. 2. Pemupukan Tanaman Kentang Pemupukan tanaman kentang dilakukan dengan menggunakan pupuk kandang sebanyak 20โ50 ton/ha dan pupuk NPK sebanyak 350 kg/ha. 3. Penanaman Bibit Kentang Penanaman bibit kentang dilakukan dengan jarak tanam dalam garitan sekitar 20โ30 cm. Panjang tunas bibit kentang maksimum adalah 2 cm. 4. Pemeliharaan Tanaman Kentang Pemeliharaan tanaman kentang dilakukan melalui penyiraman yang disesuaikan dengan kondisi tanah. Penyiraman dilakukan bersamaan dengan perbaikan guludan, yaitu 1 bulan setelah penanaman. 5. Pengendalian Hama dan Penyakit Pengendalian hama dan penyakit dilakukan dengan menggunakan fungisida maupun pestisida. Pengendalian mulai dilakukan 10 hari setelah tanam dengan interval 2 kali seminggu. 6. Pemanenan Pemanenan kentang dilakukan ketika umur panen berkisar antara 80โ120 hari, tergantung jenis varietas. Ciri kentang yang sudah siap panen adalah sudah memasuki umur panen, kulit umbi sudah kuat dan tidak mengelupas, serta daun kentang berubah menjadi kekuningan. Sebelum panen, pemangkasan terlebih dahulu sudah dilakukan.
Rekomendasi Pupuk Tanaman Kentang 1. Dosis Pupuk Urea, SP-36, dan KCl Berdasarkan Status Hara Rendah, Sedang, dan Tinggi untuk Tanaman Kentang pada Tanah Andisol Rekomendasi dosis pupuk untuk tanaman kentang pada tanah Andisol disusun berdasarkan status hara P dan K, dengan satuan dosis kg/ha. Jenis pupuk yang digunakan terdiri atas pupuk tunggal dan pupuk majemuk. Pada kelompok pupuk tunggal, jenis pupuk yang direkomendasikan adalah ZA, Urea, SP-36, dan KCl. Pada kelompok pupuk majemuk, jenis pupuk yang direkomendasikan adalah NPK 15-10-12 dan ZA. Untuk status hara P rendah (R) dan K rendah (R), dosis pupuk tunggal yang direkomendasikan adalah ZA 300 kg/ha, Urea 185 kg/ha, SP-36 335 kg/ha, dan KCl 185 kg/ha. Dosis pupuk majemuk yang direkomendasikan adalah NPK 15-10-12 sebanyak 750 kg/ha dan ZA 185 kg/ha. Untuk status hara P rendah (R) dan K sedang (S), dosis pupuk tunggal yang direkomendasikan adalah ZA 300 kg/ha, Urea 185 kg/ha, SP-36 335 kg/ha, dan KCl 150 kg/ha. Dosis pupuk majemuk yang direkomendasikan adalah NPK 15-10-12 sebanyak 600 kg/ha dan ZA 185 kg/ha. Untuk status hara P rendah (R) dan K tinggi (T), dosis pupuk tunggal yang direkomendasikan adalah ZA 300 kg/ha, Urea 185 kg/ha, SP-36 335 kg/ha, dan KCl 100 kg/ha. Dosis pupuk majemuk yang direkomendasikan adalah NPK 15-10-12 sebanyak 450 kg/ha dan ZA 185 kg/ha. Untuk status hara P sedang (S) dan K rendah (R), dosis pupuk tunggal yang direkomendasikan adalah ZA 300 kg/ha, Urea 185 kg/ha, SP-36 280 kg/ha, dan KCl 185 kg/ha. Dosis pupuk majemuk yang direkomendasikan adalah NPK 15-10-12 sebanyak 750 kg/ha dan ZA 185 kg/ha. Untuk status hara P sedang (S) dan K sedang (S), dosis pupuk tunggal yang direkomendasikan adalah ZA 300 kg/ha, Urea 185 kg/ha, SP-36 280 kg/ha, dan KCl 150 kg/ha. Dosis pupuk majemuk yang direkomendasikan adalah NPK 15-10-12 sebanyak 600 kg/ha dan ZA 185 kg/ha. Untuk status hara P sedang (S) dan K tinggi (T), dosis pupuk tunggal yang direkomendasikan adalah ZA 300 kg/ha, Urea 185 kg/ha, SP-36 280 kg/ha, dan KCl 100 kg/ha. Dosis pupuk majemuk yang direkomendasikan adalah NPK 15-10-12 sebanyak 450 kg/ha dan ZA 185 kg/ha. Untuk status hara P tinggi (T) dan K rendah (R), dosis pupuk tunggal yang direkomendasikan adalah ZA 300 kg/ha, Urea 185 kg/ha, SP-36 225 kg/ha, dan KCl 185 kg/ha. Dosis pupuk majemuk yang direkomendasikan adalah NPK 15-10-12 sebanyak 750 kg/ha dan ZA 185 kg/ha. Untuk status hara P tinggi (T) dan K sedang (S), dosis pupuk tunggal yang direkomendasikan adalah ZA 300 kg/ha, Urea 185 kg/ha, SP-36 225 kg/ha, dan KCl 150 kg/ha. Dosis pupuk majemuk yang direkomendasikan adalah NPK 15-10-12 sebanyak 600 kg/ha dan ZA 185 kg/ha. Untuk status hara P tinggi (T) dan K tinggi (T), dosis pupuk tunggal yang direkomendasikan adalah ZA 300 kg/ha, Urea 185 kg/ha, SP-36 225 kg/ha, dan KCl 100 kg/ha. Dosis pupuk majemuk yang direkomendasikan adalah NPK 15-10-12 sebanyak 450 kg/ha dan ZA 185 kg/ha. 2. Dosis Pupuk Urea, SP-36, dan KCl Berdasarkan Status Hara Rendah, Sedang, dan Tinggi untuk Tanaman Kentang pada Tanah Non Andisol Rekomendasi dosis pupuk untuk tanaman kentang pada tanah non Andisol disusun berdasarkan status hara P dan K, dengan satuan dosis kg/ha. Jenis pupuk yang digunakan terdiri atas pupuk tunggal dan pupuk majemuk. Pada kelompok pupuk tunggal, jenis pupuk yang direkomendasikan adalah ZA, Urea, SP-36, dan KCl. Pada kelompok pupuk majemuk, jenis pupuk yang direkomendasikan adalah NPK 15-10-12 dan ZA. Untuk status hara P rendah (R) dan K rendah (R), dosis pupuk tunggal yang direkomendasikan adalah ZA 300 kg/ha, Urea 185 kg/ha, SP-36 335 kg/ha, dan KCl 185 kg/ha. Dosis pupuk majemuk yang direkomendasikan adalah NPK 15-10-12 sebanyak 750 kg/ha dan ZA 185 kg/ha. Untuk status hara P rendah (R) dan K sedang (S), dosis pupuk tunggal yang direkomendasikan adalah ZA 300 kg/ha, Urea 185 kg/ha, SP-36 335 kg/ha, dan KCl 150 kg/ha. Dosis pupuk majemuk yang direkomendasikan adalah NPK 15-10-12 sebanyak 600 kg/ha dan ZA 185 kg/ha. Untuk status hara P rendah (R) dan K tinggi (T), dosis pupuk tunggal yang direkomendasikan adalah ZA 300 kg/ha, Urea 185 kg/ha, SP-36 335 kg/ha, dan KCl 100 kg/ha. Dosis pupuk majemuk yang direkomendasikan adalah NPK 15-10-12 sebanyak 450 kg/ha dan ZA 185 kg/ha. Untuk status hara P sedang (S) dan K rendah (R), dosis pupuk tunggal yang direkomendasikan adalah ZA 300 kg/ha, Urea 185 kg/ha, SP-36 280 kg/ha, dan KCl 185 kg/ha. Dosis pupuk majemuk yang direkomendasikan adalah NPK 15-10-12 sebanyak 750 kg/ha dan ZA 185 kg/ha. Untuk status hara P sedang (S) dan K sedang (S), dosis pupuk tunggal yang direkomendasikan adalah ZA 300 kg/ha, Urea 185 kg/ha, SP-36 280 kg/ha, dan KCl 150 kg/ha. Dosis pupuk majemuk yang direkomendasikan adalah NPK 15-10-12 sebanyak 600 kg/ha dan ZA 185 kg/ha. Untuk status hara P sedang (S) dan K tinggi (T), dosis pupuk tunggal yang direkomendasikan adalah ZA 300 kg/ha, Urea 185 kg/ha, SP-36 280 kg/ha, dan KCl 100 kg/ha. Dosis pupuk majemuk yang direkomendasikan adalah NPK 15-10-12 sebanyak 450 kg/ha dan ZA 185 kg/ha. Untuk status hara P tinggi (T) dan K rendah (R), dosis pupuk tunggal yang direkomendasikan adalah ZA 300 kg/ha, Urea 185 kg/ha, SP-36 225 kg/ha, dan KCl 185 kg/ha. Dosis pupuk majemuk yang direkomendasikan adalah NPK 15-10-12 sebanyak 750 kg/ha dan ZA 185 kg/ha. Untuk status hara P tinggi (T) dan K sedang (S), dosis pupuk tunggal yang direkomendasikan adalah ZA 300 kg/ha, Urea 185 kg/ha, SP-36 225 kg/ha, dan KCl 150 kg/ha. Dosis pupuk majemuk yang direkomendasikan adalah NPK 15-10-12 sebanyak 600 kg/ha dan ZA 185 kg/ha. Untuk status hara P tinggi (T) dan K tinggi (T), dosis pupuk tunggal yang direkomendasikan adalah ZA 300 kg/ha, Urea 185 kg/ha, SP-36 225 kg/ha, dan KCl 100 kg/ha. Dosis pupuk majemuk yang direkomendasikan adalah NPK 15-10-12 sebanyak 450 kg/ha dan ZA 185 kg/ha.